Stroke di Usia Muda Bisa Dipicu Jantung Bocor, Kisah Airin Ungkap Pentingnya Deteksi Dini
Stroke tidak hanya menyerang lansia, karena kondisi jantung bocor atau Patent Foramen Ovale (PFO) dapat menjadi penyebab stroke pada usia muda seperti yang dialami Airin (32).
Stroke selama ini identik dengan usia lanjut dan penyakit degeneratif, namun fakta medis menunjukkan bahwa usia muda pun tidak sepenuhnya aman dari risiko penyakit ini. Salah satu penyebab yang kerap luput dikenali adalah kondisi jantung bocor yang dikenal sebagai Patent Foramen Ovale atau PFO, yakni lubang kecil di antara dua serambi jantung yang seharusnya menutup setelah seseorang lahir, tetapi pada sebagian orang tetap terbuka hingga dewasa.
Kisah Airin, perempuan berusia 32 tahun, menjadi contoh nyata bagaimana PFO dapat berujung pada stroke di usia produktif. Tanpa riwayat penyakit berat sebelumnya, Airin tiba-tiba mengalami gejala stroke yang membuatnya harus menjalani pemeriksaan menyeluruh. Dari hasil evaluasi medis, dokter menemukan adanya PFO yang memungkinkan gumpalan darah langsung mengalir ke otak tanpa melewati paru-paru sebagai penyaring alami.
Dalam kondisi normal, gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh vena akan disaring oleh paru-paru sebelum masuk ke sirkulasi darah besar. Namun pada penderita PFO, celah di jantung memungkinkan gumpalan tersebut berpindah jalur dan berpotensi menyumbat pembuluh darah otak, sehingga memicu stroke iskemik. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai cryptogenic stroke atau stroke tanpa penyebab yang jelas, terutama pada pasien berusia di bawah 60 tahun.
Secara statistik, PFO ditemukan pada sekitar seperempat populasi dewasa dan sebagian besar tidak menimbulkan keluhan. Meski demikian, pada kelompok usia muda yang mengalami stroke tanpa faktor risiko klasik seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, PFO kerap menjadi salah satu penyebab yang dicurigai. Karena minim gejala, banyak penderita baru mengetahui kondisi ini setelah terjadi kejadian serius.
Deteksi dini menjadi kunci penting dalam mencegah stroke berulang. Pemeriksaan jantung melalui ekokardiografi, termasuk metode bubble study, dapat membantu mengidentifikasi adanya PFO. Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi obat pengencer darah atau tindakan penutupan PFO dengan prosedur minimal invasif untuk menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah di masa mendatang.
Para ahli menegaskan bahwa kesadaran terhadap gejala stroke pada usia muda perlu terus ditingkatkan. Gejala seperti kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, atau mati rasa tidak boleh diabaikan, berapa pun usia penderitanya. Dengan deteksi yang tepat dan penanganan sesuai indikasi medis, risiko komplikasi jangka panjang akibat stroke dapat ditekan, sekaligus membuka peluang hidup yang lebih sehat bagi generasi usia produktif.





